Minggu, 12 Oktober 2014
Lihat Aku dari Sisi Lainku !
Namaku Vira Agustin Sintaresmi. Dulu aku bersekolah di SMA PGRI 1 Taman Pemalang, aku mengikuti eskul Palang Merah Remaja (PMR), namanya PMR Spegesta.
Pada saat itu, temanku Untung mengalami kecelakaan di depan sekolahan. Celananya sobek dan kakinya penuh dengan darah. Hanya aku dan Hana yang kebetulan dekat dengan tempat kejadian itu. Kami berdua sama-sama ketakutan dan bingung. Tubuhku mendadak lemas dan berkeringat dingin.
Hana : “Vir, gimana aku pingin menolong dia tapi aku takut sama darah.”
Vira : “Aku juga takut han, badanku jadi lemas kalau lihat darah”
Dengan memberanikan diri, kami langsung menuntun Untung jalan. Rasa lemas dan takut sudah tidak kami hiraukan lagi.
Vira : “Sabar ya, kamu tahan dulu rasa sakitmu.”
Untung : “Iya makasih ya Vir, sudah membantuku. Loh bukannya kalian itu
takut ya sama darah ?”
Vira : “sudahlah tidak usah dipikiri. Lukamu harus segera diobati.”
Untung : “tidak usah, Vir. Nanti juga setelah lukanya dicuci dengan air pasti langsung bersih.”
Hana : “Vir, tunggu sebentar ya aku mau ngambil kotak obat dulu”
Vira : “oke Han, cepet ya?”
Hana : “Iya, Vir”
Vira : “Kalau lukamu ini hanya kamu siram dengan air saja tidak akan bisa menghilangkan bakterinya.”
Untung : “Oh gitu ya Vir.”
Vira : “iya dong !”
Tiba-tiba Hana datang..
Hana : “Ini Vir kotak obatnya sudah aku ambil”
Vira : “Sekarang kamu bantu aku gunting plaster sama kain kassanya ya, biar aku yang
membersihkan lukanya dengan rivannol.”
Hana : “siap Vir.”
Vira : “ Ayo sekarang luruskan kakimu, Tung !”
Untung : “Aduh sakit Vir”
Hana : “iya gak apa-apa, pelan-pelan saja. Mari aku bantu.” (sambil perlahan-lahan
meluruskan kaki Untung).
Untung : “Apa itu Vir ? Kok segar ya rasanya pas ditempelin di lukaku ?”
Vira : “Ini itu namanya rivannol, semacam alkohol yang berguna untuk membersihkan bakteri di berbagai luka seperti contohnya lukamu sekarang.”
Untung : “Oh iya ya kamu sama Hana kan ikut PMR makanya tahu tentang ginian.”
Vira : “ Sekarang aku kasih betadine ya, Tung. Nggak begitu sakit kok, mungkin sakitnya hanya sebentar saja, tahan ya? (meneteskan betadine ke lukanya) sekarang tinggal menutup lukamu deh”
Hana : “sudah selesai, Tung”
Untung : “Alhamdulillah. Makasih ya Vir, Han ?”
Vira, Hana: “Iya sama-sama”
Hana : “Lain kali lebih hati-hati lagi ya ?
Untung : “Iya Han.”
Begitulah cerita pengalamanku tentang sesuatu hal yang aku takuti, namun sekarang
aku sudah tidak takut lagi dengan darah. Seperti yang pernah di ajarkan oleh Maz Widi, Pelatihku. Beliau
pernah memberikanku materi tentang trauma. Hal yang aku alami ini juga merupakan akibat dari
trauma, namun tingkatan trauma yang aku alami masih tergolong ringan. Beliau menuturkan pada kami,
apabila kalian takut sama sesuatu hal, maka janganlah kalian ikut terjun ke dalam ketakutan yang
berlebihan karena justru itu yang akan membuat kalian selamanya tidak akan pernah berani melawan
ketakutan yang ada pada diri kalian, tetapi kalian harus dapat melawan sesuatu yang kalian anggap sangat menakutkan.
Sekian cerita dari saya, semoga bermanfaat.
Terima kasih.
*Cerita ini pernah saya kirimkan pada saat PMI mengadakan Lomba Menulis Cerita PMI-Ku.
bisa dilihat di http://pmi-pemalang.blogspot.com/2014/05/vira-lihatlah-aku-dari-sisi-lainku.html
My Feel
12 November 2014
Oleh Vira Agustin Sintaresmi
Cinta adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan untuk
kita. Dari cinta, kita bisa merasakan indahnya saling berbagi dan melengkapi
apa yang Tuhan berikan untuk kita. Namun cinta bukan sekedar yang selama ini
meraka tahu. Cinta yang sesungguhnya ialah cinta dimana dua insan saling
merasakan kebahagiaan dan bukan satu pasangannya lagi merasa sedih dengan
keadaannya. Cinta juga merupakan hakikat hidup yang harus kita terima sebagai
makhluk ciptaan-Nya untuk saling menunjukkan rasa kasih sayang dengan pasangannya.
Cinta bukan hanya dipersembahkan untukpasangannya saja, tetapi cinta
ditunjukkan untuk sesama makhluk ciptaan Tuhan di dunia yang tak fana ini.
Ya Allah jagalah rasa ini, bimbinglah aku
dalam setiap langkahku, jauhkan aku dari segala rasa yang akan membuatku jatuh
pada lubang yang sama. Aku tahu tak sepantasnya aku menyalahkan dia dan diriku.
Karena ini hanya persoalan raa saja, rasa yang tiba-tiba hadir dan aku pun tak
menyadari proses hadirnya rasa ini. Tuhan memang Agung, begitu besar kuasa-Nya
menciptakan manusia akan segala kodrat dan iradahnya. Tanpa manusia tahu akan
berjodohkah mereka dengan siapa namun Tuhan telah merencanakan segala yang akan
terjadi pada makhluk-Nya.
Maha
suci Allah atas segala karunia-Nya.
Mr. Kunci
Jumat, 10 Oktober 2014
Untuk Guruku
UNTUK GURUKU
Oleh Vira Agustin S
Wahai Guruku,
Engkau bagai pelita dalam gelapku
Petunjuk di saat aku kehilangan arah
Serta penyejuk dan penyemangat untuk ku
Wahai Guruku,
Ingatkah kau ketika aku berbuat salah
Kau hanya tersenyum melihat sikapku
Dan tak pernah ada sedikit pun dendam di hatimu
Wahai Guruku, hatimu begitu mulia
Kau sentuh aku dengan kasih sayang serta langkah sabarmu
Membimbing dan mengayomi ku tanpa kenal lelah
Untuk meraih angan dan cita generasi para bangsa
Andai Tuhan Memberikan kesempatan untuk ku
Izinkan lah ku lantunkan sebuah do’a untuk mu
Agar Tuhan selalu melindungi setiap langkahmu
Dan berikan yang terbaik di hidupmu
Selamat hari jadi mu,
Semoga pengabdianmu terukir abadi
Dalam setiap langkah masa depan bangsa
Engkau lah pahlawan insan cendekia
Tentang Rasa
Kau hiasi malamku dengan rindu yang tak berbalas
Apakah kau tahu, perasaanku takkan pernah mati untukmu
Hati ini akan selalu hidup walau kau coba tuk mematikannya…
Jangan tanyakan pada mereka yang tak mengerti akan perasaanku,
Tapi tanyakanlah kepada hatiku yang mengerti semua perasaanku,
Yang mulai lapuk termakan waktu,
Waktu yang tiada akhir dan tiada berhenti,
Yang suatu saat akan menghancurkannya..
Langganan:
Komentar (Atom)

